Rp. 85.000
Penulis: Putri Nabila Ramadhan & Saepullah
Ukuran: 14,8 x 21 cm
Tebal: 120 hlm
Penerbit: Madrasah Digital Group
ISBN:
Harga: Rp. 85. 000-,
Sinopsis
Masjid Babah Alun, baik di ruas Tol Desari maupun di lingkungan SMAN 24 Jakarta, menjadi laboratorium sosial yang unik bagi pengamatan proses perjumpaan, dialog, dan negosiasi identitas antara Islam dan budaya Tionghoa melalui medium arsitektur, warna, ornamen, dan tata ruang. Di titik inilah visualisasi dakwah tidak lagi sekadar pelengkap estetika, tetapi menjelma sebagai bahasa simbolik yang menyatukan perbedaan, memantik rasa ingin tahu, dan membuka ruang dialog lintas budaya.
Bertolak dari teori Race Relation Cycle Robert E. Park, buku
ini membedah empat tahap utama, kontak, kompetisi, akomodasi, dan asimilasi. Sebagaimana termanifestasi dalam dinamika visual dan sosial di Masjid Babah Alun. Proses tersebut tidak hanya terekam pada wujud fisik bangunan, tetapi juga pada cara jamaah, generasi muda, pengelola masjid, hingga masyarakat non-Muslim memaknai simbol-simbol Tionghoa yang diintegrasikan dengan nilai-nilai Islam. Dengan demikian, kajian ini berupaya menunjukkan bahwa dakwah visual mampu menjadi jembatan untuk membangun harmoni dan kepercayaan di tengah keragaman.
Buku ini diharapkan memberi kontribusi teoretis bagi pengembangan kajian komunikasi lintas budaya, studi dakwah, dan sosiologi urban, sekaligus menawarkan perspektif praktis bagi para pengelola masjid, pendidik, muballigh, desainer, dan pemangku kebijakan. Melalui contoh konkret Masjid Babah Alun, pembaca diajak melihat bahwa arsitektur dan simbol dapat dirancang sebagai strategi dakwah non-verbal yang inklusif, adaptif, dan selaras dengan prinsip Islam rahmatan lil ‘alamin tanpa harus mengorbankan kemurnian aqidah.

0 Komentar