Ad Code

Responsive Advertisement
6/recent/ticker-posts

50 Tahun Prof Ni'am: Meneladani Pengabdian dan Keteguhan untuk Agama, Umat dan Bangsa



Rp.80.000

 Penulis: Muhammad Syadam Al-Ghifari

Ukuran: 14 x 21 cm

Tebal:  170hlm

Penerbit: Madrasah Digital Group

ISBN: 

Harga: Rp. 80. 000-,

Sinopsis

Prof Ni'am, begitu akrab disapa, dikenal sebagai sosok yang memiliki kedalaman ilmu fikih klasik dan kepiawaiannya dalam melakukan ijtihad kontemporer. Beliau telah menunjukkan kematangan yang luar biasa dalam menjembatani teks keagamaan yang sakral dengan realitas sosial yang kian kompleks.

Sebagai Ketua MUI Bidang Fatwa, beliau memiliki integritas yang sangat tinggi dalam berfatwa, sehingga mampu menjaga independensi dan ketajaman nalar hukum di tengah dinamika kebangsaan yang semakin kompleks. Guru Besar Ilmu Fikih UIN Jakarta ini memiliki keilmuan yang relevan dalam melakukan transformasi pemikiran dari pesantren hingga Guru Besar, yang membuktikan bahwa tradisi dan modernitas dapat berjalan beriringan.

Fatwa MUI di tangan Prof Ni'am, tidak hanya menjadi teks hukum yang kaku, melainkan menjadi panduan praktis yang solutif bagi umat; mulai dari urusan ibadah harian hingga isu-isu global seperti kesehatan dan ekonomi syariah. Pengasuh Pondok Pesantren An-Nahdlah, Depok, Jawa Barat ini memiliki dedikasi tanpa henti dalam berkomitmen mendampingi umat, memastikan bahwa setiap kebijakan yang dibuat oleh ulil amri memiliki landasan etis dan moral yang sangat kuat.

Jejak pengabdian dan dedikasinya untuk umat dan bangsa melalui MUI sudah dimulai sejak tahun 1993 ketika menjadi penulis di Mimbar Majalah MUI. Kemudiaan mengikuti Pendidikan Kader Ulama (PKU) MUI Provinsi DKI Jakarta pada 1994-1996. Hingga kini, Prof Ni'am terus melakukan pengabdian dan dedikasinya sebagai 'drijen' fatwa yang terus melahirkan fatwa-fatwa yang sangat relevan dengan dinamika zaman. Beliau memiliki kemampuan untuk membedah persoalan modern yang sangat rumit, mulai dari ekonomi syariah dan filantropi, kesehatan dan sains, lingkungan hidup dan kehutanan, sosial politik dan kewarganegaraan, masalah kontemporer (waqi'iyah) maupun persoalan lainnya.

Melalui kecerdasannya yang terus didedikasikan untuk umat dan bangsa, 'drijen' Fatwa MUI tersebut selalu melahirkan fatwa yang dapat memberikan solusi dan panduan bagi ulil amri maupun masyarakat yang moderat (wasathiyah) serta sangat mudah dipahami. Sosok yang sangat humoris dan rendah hati ini, namun memiliki nalar akademis yang sangat kuat dan dibalut dengan etika (adab), membuatnya mampu diterima dan disegani oleh semua kalangan.


Posting Komentar

0 Komentar